Listrik Prabayar/Token

PLN mulai memperkenalkan sistem penggunaan listrik Prabayar atau token dengan sebutan listrik pintar sekitar tahun 2012. Sistem kerja listrik prabayar sama seperti kita bila ingin mengisi pulsa pada Handphone, isi dahulu pulsanya baru bisa di gunakan. Listrik prabayar juga tidak akan timbul denda bila telat membayar seperti listrik pasca bayar

Sistem listrik prabayar bisa membantu pelanggan dalam menghemat pengeluaran untuk tagihan listrik, karena pelanggan membeli daya listrik per KWH yang di keluarkan PLN dalam bentuk voucher

Sistem listrik prabayar ini lebih dianggap lebih efisien dari pada sistem listrik pasca bayar, karena dengan sistem listrik prabayar pelanggan bisa mengendalikan berapa biaya yang harus di keluarkan untuk tiap bulan nya. Alat meter listrik juga tidak memakai model analog melaikan sudah memakai alat meter digital karena untuk memasukkan kode pengisian listrik.

Contoh meter listrik digital yang di gunakan oleh pelanggan listrik prabayar.

Listrik prabayar juga tidak akan timbul denda apabila pelanggan telat membayar seperti listrik pasca bayar, pelanggan juga tidak akan mengalami pemutusan daya listrik oleh petugas PLN, pembelian voucher bisa di sesuaikan dengan kemampuan pelanggan, KWH akan tetap aktif dan tidak ada batas masa aktif.

Untuk nominal pulsa token yang bisa di beli dengan jumlah nominal terkecil adalah 20.000. Pelanggan bisa membeli pulsa token dengan mudah di loket pembayaran listrik dan konter pulsa yang terdekat dari tempat tinggal anda, karena PLN bekerja sama dengan Bank untuk menggunakan sistem PPOB (Payment Point Online Bank).

Melayani Pembayaran Listrik PT. PLN (Persero)

Listrik Prabayar, Listrik Pasca Bayar, Nontaglis

PPOB Griyabayar Bank BTN melayani pembayaran produk dari PT. PLN Persero, di antaranya adalah tagihan listrik prabayar, listrik pasca bayar, dan tagihan pasang baru atau tambah daya (Nontaglis).

Listrik pasca bayar adalah sistem dimana pelanggan bisa menggunakan daya listrik terlebih dahulu nanti tagihanya baru di bayarkan pada bulan berikutnya. Dengan ketersediaan daya listrik yang tidak terbatas maka secara pemakaian pelanggan masih harus pandai – pandai dalam mengontrol penggunaan daya listrik jika nantinya tidak ingin mengalami pembengkakan saat melakukan pembayaran listrik.

Pelanggan listrik pasca bayar masih menggunakan meter jenis analog, dimana pelanggan diharapkan untuk lebih jeli dalam mencatat penggunaan daya listrik tiap bulan nya agar supaya tagihan bulan berikutnya tidak mengalami pembengkakan.

Contoh meter listrik jenis analog untuk pelanggan listrik pasca bayar

Listrik pasca bayar juga masih membutuhkan tenaga untuk mencatat meter setiap bulan nya. Dengan menggunakan listrik pasca bayar pelanggan masih akan mengalami denda bila pelanggan terlambat melakukan pembayaran sesuai tanggal bayar yang telah di tentukan oleh pihak PLN. Dan apabila pelanggan beberapa bulan mengalami penunggakan pembayaran maka petugas PLN akan melakukan pemutusan aliran listrik rumah anda.